Kemajuan Belajar Ngeblog Selama Program Mentorship Blogging

belajar ngeblog


Sebelumnya saya sudah sedikit bercerita tentang kemajuan belajar ngeblog sampai pekan ke-6 program mentorship. Namun karena kali ini mendapat challenge dari mentor untuk menuliskan kemajuan yang dicapai selama mengikuti program mentoring ngeblog, maka sekarang saya akan menuliskannya satu persatu. Seperti kata Bu Septi, kita perlu merayakan kemajuan walaupun hanya pencapaian kecil pun sebagai rasa syukur.

Tidak salah saya memilih mencari mentor di bidang blogging dan alhamdulillah saya mendapat mentor yang sangat membantu saya belajar ngeblog dari nol. Dulu saya kira ngeblog hanya perkara menulis, terserah tulisannya seperti apa. Ternyata tidak hanya itu, ada beberapa teknik yang perlu dikuasai untuk menjadi blogger profesional. Mengapa ingin menjadi blogger profesional? Agar banyak yang berkunjung ke blog sehingga tulisan-tulisan di blog lebih banyak yang baca. 

Nah, untuk menarik pengunjung blog tentunya blog harus dikelola dengan baik kan? Mulai dari tampilan blog hingga kontennya. Karena itu saya tertarik untuk belajar ngeblog agar tidak sekadar menulis. Memang tulisan adalah kunci utama saat ngeblog, karena content is king. Namun, tentunya tulisan juga harus berkualitas dan sesuai kaidah SEO jika ingin tulisannya bisa masuk mesin pencarian seperti google. Jadi, sudah sepatutnya saya belajar berbagai hal tersebut untuk debut menjadi blogger.

Kemampuan dasar yang perlu dikuasai blogger

kemampuan dasar untuk blogger

Di awal program mentoring dulu, blog saya baru berumur beberapa minggu, masih bayi deh. Tampilan blog masih seadanya, memakai template bawaan blogger tanpa dimodifikasi, belum paham beberapa manfaat fitur di dashboard blogger, tidak tahu tentang google analytic dan google search console

Saya masih sangat awam tentang dunia blogger, tahunya cuma menulis saja. Lalu mbak mentor saya memberikan list tentang kemampuan dasar yang perlu dikuasai seorang blogger yang dikutip dari blog www.abdulcholik.com. Apa saja itu? 

1. Mengganti template blog
2. Membuat halaman statis
3. Memasang widget di sidebar
4. Memotong artikel agar yang terpampang di depan hanya potongan artikel
5. Memasang foto atau gambar pada artikel
6. Memasang link pada anchor text tertentu
7. Memasang link pada gambar
8. Memasang banner
9. Bermain di dashboard untuk membuat draft dan pernak-pernik artikel.

Wah, ternyata ada banyak hal teknis yang perlu dipelajari untuk mengelola blog dengan lebih baik. Awal belajar blogging dulu, saya baru bisa beberapa poin, yaitu:

1. Mengganti template blog tapi hanya dengan template bawaan, bahkan saya tidak tahu ternyata ada banyak penyedia template blog baik yang gratis maupun berbayar. 

2. Memasang foto atau gambar pada artikel tapi hanya sekadar pasang tanpa tahu cara optimasi SEO pada gambar.

3. Memasang link di artikel, yang ternyata itu namanya adalah memasang link pada anchor text. Iya, dulu saya tahunya ya pasang link aja tanpa tahu apa itu anchor text.

4. Sedikit mengotak-atik dashboard, tapi lebih banyak tidak tahunya sih


Lho, kok banyak yang belum saya ketahui? Iya memang. Karena itulah saya perlu belajar dari yang sudah berpengalaman dengan mengikuti mentoring blogging ini.

Kemajuan belajar ngeblog dari mentoring blogging

kemajuan belajar ngeblog

Ada banyak kemajuan yang saya rasakan setelah mengikuti mentoring blogging oleh Mbak Marita. Perubahan yang paling terlihat adalah dari template blog saya. Sayangnya saya tidak mendokumentasikan tampilan blog saya sebelum ikut mentoring, jadi tidak bisa dibuat foto before after.

Sepertinya ke-9 poin di atas sudah bisa saya lakukan, ya walaupun untuk yang berurusan dengan html harus mencari contekan dulu, setidaknya sudah paham dasarnya. Kalaupun tidak mencari contekan sendiri, saya sering bertanya ke mbak mentor hehehe. Pokoknya apa yang saya tanya selalu dijawab, bahkan untuk hal teknis seperti cara mengubah setting quote agar tampilannya ada kotak warnanya, nggak lempeng aja gitu.

Oke, jadi jika dirinci beberapa kemajuan saya selama mentoring blogging adalah sebagai berikut:

1. Bisa mengganti template tidak hanya dengan template bawaan dan mengatur layout

Setelah diberi tahu oleh mbak mentor beberapa situs penyedia template, saya langsung menuju salah satu penyedia template gratis dan ternyata buanyak macamnya dan semua eye catching. Saya sampai bingung mau pakai yang mana.

Awalnya saya bingung bagaimana caranya menginstal ke blog. Lalu saya tanya ke mbak mentor, ternyata petunjuk settingnya ada di file download templatenya. Ketahuan kurang teliti nih, nggak dibuka satu-satu filenya. Dari situ saya bisa mengganti template beserta layout dan navigasi halamannya.

2. Memahami fungsi masing-masing fitur di dashboard

Awalnya saya hanya tahu beberapa fungsi di dashboard. Kemudian mentor saya menjelaskan secara rinci setiap fungsinya. Akhirnya sekarang saya mulai mengerti untuk apa semua fitur ini.

3. Memasang foto pada gambar dengan optimasi SEO

Dulu ketika memasukkan foto ke artikel  ya sekadar insert foto, atur posisi dan ukuran, selesai. Ternyata tidak sesederhana  itu pemirsa. Jika ingin mendongkrak SEO melalui foto, maka ada beberapa step yang perlu dilakukan, yaitu:
  • Mengubah nama foto. Dulu saya tidak pernah mengubah nama  foto ketika diupload. Jadi mengikut saja nama yang ada pada foto. Ternyata harus direname lho. Penulisan nama fotonya pun ada aturannya, yaitu ditulis tanpa spasi, ganti spasi dengan tanda strip "-", contoh: kemajuan-belajar-ngeblog. Masukkan keyword dalam nama foto juga ya.
  • Mengisi alt text dan title text. Apa lagi ini? Karena tidak tahu untuk apa, jadi saya tidak pernah melirik untuk mengisi bagian ini. Namun ternyata harus diisi, pemirsa. Isi dengan memuat keyword ya. Jika ada beberapa foto beri nama yang berbeda.
  • Perhatikan ukuran foto. Sebelum upload cek dulu apakah ukuran fotonya terlalu kecil sehingga fotonya terlihat pecah. Namun juga jangan terlalu besar karena akan membuat loading blog lebih lama. Usahakan ukuran maksimal adalah 100 kb per foto.

4. Memodifikasi URL
Biasanya saya langsung publish  setelah selesai menulis dan menambahkan semua perintilannya tanpa memperhatikan URL artikelnya. Itulah kesalahan saya berikutnya, sebisa mungkin buat URL jadi lebih pendek dan memuat  kata kunci atau keyword dengan memanfaatkan permalink. Hal satu ini perlu saya biasakan agar tidak lupa lagi.

5. Mengerti tentang google analytics dan google search console. Ya walaupun belum paham 100%, setidaknya saya sudah mengenal tentang dua tools ini. Keduanya penting untuk mengetahui performa blog kita. Berkat challenge dua hari yang lalu, saya jadi mengulik lebih dalam dua produk google ini.

Mengikuti mentoring blogging ini membuat wawasan saya tentang dunia blogger semakin terbuka. Bahwa blogging tidak hanya tulis dan publish, banyak perintilan yang perlu diatur agar kualitas blog meningkat sehingga banyak pengunjung yang datang. Selanjutnya sepertinya saya harus belajar optimasi SEO.




Post a Comment

0 Comments