Apa Harapan dari Ngeblog?

harapan dari ngeblog


Apa harapan dari ngeblog atau blogging? Sebelumnya, mari kita bahas dulu tentang harapan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) harapan berarti keinginan supaya menjadi kenyataan. Harapan ngeblog berarti suatu keinginan dalam ngeblog yang diharapkan menjadi kenyataan, bukan? Sebenarnya harapan saya dari ngeblog sudah tersirat dari nama blog saya.

Ngeblog berhubungan erat dengan menulis. Dulu saya tidak terlalu percaya diri untuk menulis. Banyak kehawatiran muncul, "Bagaimana kalau nanti tulisanku ditertawakan?" "Bagaimana kalau banyak  yang tidak suka tulisanku?" dan kekhawatiran lainnya. Saya terlalu mengkhawatirkan penilaian orang lain yang bahkan belum tentu benar. Dulu saya pernah punya blog, tapi saya tidak pernah mempublikasikannya karena tidak percaya diri. Blog saya dulu jadi semacam diary online saja sehingga tidak benar-benar saya urus hingga terlupakan. Selain menulis di blog paling saya menulis status di media sosial saja.

Apalagi ketika saya membaca tulisan orang lain. Kok bisa orang nulis sebagus ini, kata-katanya nyastra banget, pesan dalam tulisannya ngena banget. Lah saya kalau nulis kok ya gitu-gitu aja, kaku kayak kanebo kering, entah ada hikmahnya apa nggak. Pokoknya setiap mau nulis sepertinya ada saja bisikan setannya. Lalu bagaimana ceritanya saya malah belajar jadi blogger? Akan saya ceritakan setelah ini.

Perjalanan menulis saya

Tahun 2019 bisa dibilang menjadi  awal saya serius menekuni dunia menulis. Mengawali tahun dengan terbitnya buku antologi pertama bersama para member rumah belajar (rumbel) menulis Ibu Profesional Pekanbaru, lalu saya ikut salah satu kelas menulis online. Di kelas tersebut, rasa percaya diri saya mulai meningkat. Saya mulai mencoba lebih aktif menulis walaupun hanya caption instagram tapi jadi lebih panjang dan lebih niat. Saya juga mencoba ikut tantangan 30 hari bercerita di instagram, betapa senangnya ketika ada salah satu tulisan saya yang direpost. Dari situ saya mulai sadar, bahwa setiap tulisan akan menemukan pembacanya. Jadi tak perlu risau apa kata orang.

Setiap tulisan akan menemukan pembacanya, jadi nulis saja dulu
Untuk meningkatkan kemampuan menulis, saya iseng coba-coba mendaftar jadi community writer IDN Times. Kemudian saya baca beberapa artikelnya dan saya pelajari gaya penulisan dan tema-tema artikelnya. Keesokannya, saya coba untuk menulis satu artikel dan saya submit. Tulisan yang disubmit akan dimoderasi oleh editor, apakah langsung terbit, revisi, atau bahkan ditolak. Setelah saya submit tulisan pertama saya, beberapa menit kemudian saya mendapat notifikasi bahwa artikel saya akan diterbitkan hari itu juga. Sebagai penulis pemula tentu saya merasa sangat senang. Tulisan saya bisa masuk ke media online nasional. Sejak itu saya rajin menulis di IDN Times, selain menambah jam terbang, bonus poinnya lumayan jika diredeem bisa buat tambah uang jajan hehehe.

percaya diri menulis

Tak lama kemudian saya mencoba bergabung dengan grup para content writer. Di situ saya belajar menulis dengan deadline sangat mepet dan brief yang sangat banyak. Dari brief yang diberikan, saya belajar beberapa hal tentang teknis menulis artikel.

Di tahun 2019 saya juga semangat ikut lomba menulis untuk menchallenge diri sendiri. Walaupun tidak semuanya menang atau lolos, setidaknya saya sudah mencoba dan berusaha. Saya juga mencoba ikut beberapa proyek antologi. Anggap saja sebagai latihan untuk menulis buku.

Kini di tahun 2020 saya ingin mencoba hal baru. Sebenarnya ingin menulis buku solo, di penerbit indie pun tak apa, tapi sampai pertengahan tahun kok ya belum nemu ide mau nulis apa. Ya sudah, saya belokkan saja ke hal lain yang lebih mudah dulu, yaitu belajar ngeblog.

Harapan dari blogging

Ada beberapa harapan dari blogging ketika saya memutuskan membuat blog dan serius belajar ngeblog dari mentor. 


1. Having fun

Menulis adalah salah satu hobi saya. Saya ingin bersenang-senang dengan hobi saya tersebut. Dengan membuat blog sendiri, saya bebas menulis dan bercerita tentang apapun. Unek-unek dalam hati dan pikiran bisa saya tuangkan dalam bentuk tulisan sehingga tidak menjadi  beban, segala perasaan bisa saya ungkapkan melalui untaian kata.

2. Sarana belajar dan menebarkan manfaat

Menulis bisa menjadi salah satu jalan untuk menyebarkan ilmu. Ketika akan menuliskan topik tertentu, biasanya saya membaca beberapa sumber terlebih dahulu untuk riset. Dengan begitu, saya juga belajar dengan menulis. Menulis tanpa tahu ilmunya bisa terjebak dalam menyebarkan info yang salah atau hoax. Jika hoax tersebar luas, banyak yang membaca dan bahkan melakukannya, maka bukankah penulisnya juga akan berdosa?

Alangkah baiknya untuk memastikan kebenaran suatu informasi sebelum menyebarkannya. Menurut saya hal itu penting untuk dilakukan seorang penulis. Jadi melalui blog ini, saya berharap bisa menjadi sarana saya untuk terus belajar untuk menyebarkan manfaat kepada para pembaca.

3. Memperluas koneksi dan relasi

Menjadi blogger membuat saya tertarik untuk mendaftar komunitas blogger. Dengan ikut komunitas dan blogwalking, saya jadi mengenal lebih banyak blogger dari berbagai daerah. Sejak aktif menulis, sepertinya teman dunia maya (teman menulis) lebih banyak daripada teman di dunia nyata. Eh, itu karena sayanya aja sih yang lebih suka ndekem di rumah.

Yup, jadi itulah beberapa harapan saya dari blogging. Semoga dengan menjadi blogger saya bisa menulis lebih baik lagi dan lagi, serta memberikan manfaat bagi para pembaca yang budiman.

Post a Comment

1 Comments

  1. Suka sama semangatnya mbak Wiwit. Keep blogging keep writing and keep sharing ya mbak..

    ReplyDelete